Senin, 07 September 2009

Wah, Kecelakaan Pesawat Indonesia Terparah!


JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkat kecelakaan udara di Indonesia ternyata terparah di Asia Tenggara. Data dari Aviation Safety Network sesuai yang dilansir Bloomberg menunjukkan bahwa kecelakaan udara di Indonesia sejak tahun 1945 telah menewaskan 2.195 orang.

Sementara itu, jumlah korban kecelakaan udara di Filipina, salah satu negara berkembang yang bertetangga di Indonesia, cuma setengahnya, yakni 1.184 orang.

Bagaimana dengan Malaysia? Data dari situs jaringan keselamatan penerbangan tersebut menunjukkan, korban kecelakaan udara di Malaysia hanya berkisar di angka 280 jiwa.Pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jaleswari Pramowardhani, mengatakan, anggaran pertahanan Malaysia sebenarnya tidak terlampau berbeda jauh dengan Indonesia. "Menurut OECD (Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan), anggaran pertahanan Malaysia mencapai 2.240 miliar dollar AS," ujar Jaleswari.

Sementara itu, pada periode yang sama, dana anggaran pertahanan Indonesia yang terealisasi di Indonesia sekitar Rp 2,2 miliar dollar AS. Jaleswari mengatakan, salah satu penyebab tingginya kecelakaan udara tersebut adalah ketidakefektifan penggunaan anggaran pertahanan. "Tingkat kebocoran anggaran di bidang pertahanan di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 38 persen. Hal ini, misalnya, bersumber dari proses tender pengadaan barang dan jasa," katanya.

Kecelakaan pesawat intai milik Tentara Nasional Indonesia jenis Nomad ini bukanlah kecelakaan udara yang pertama di Tanah Air. Pada tanggal 6 April 2009, pesawat Fokker F-27 produksi tahun 1976 jatuh dan meledak di Bandara Internasional/Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung. Sebanyak 24 anggota Pasukan Khas TNI AU tewas dalam kecelakaan tersebut.

Selang beberapa minggu kemudian, 20 April 2009, giliran Pesawat C-130 Hercules Alpha jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Sebanyak 116 penumpang ditemukan, 101 di antaranya tewas dan 15 lainnya luka parah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar