Jumat, 02 Oktober 2009

Sistem Peringatan Dini Bencana


Sudah tak terhitung lagi banyaknya bencana dan musibah yang dialami bangsa ini. Seakan pengalaman bencana yang telah terjadi tidak memberikan pelajaran yang berharga. Baik dalam hal proses penanganan maupun penyampaian sistem peringatan terjadinya bencana.

Namun demikian setiap bencana tentunya memiliki karakteristik dan dapat diidentifikasi baik besarannya maupun perkiraan waktu terjadinya. Dengan demikian pembangunan sistem peringatan dini merupakan metode yang penting untuk dipikirkan sehingga memberikan pengaruh yang signifikan. Terutama untuk meminimalkan jumlah korban.Seperti halnya gempa bumi yang baru saja terjadi sebenarnya dapat diminimalkan. Baik korban manusia maupun harta bilamana ada sistem yang dibangun untuk memberikan peringatan akan terjadinya bencana.

Sistem peringatan dini terhadap gempa merupakan suatu bagian daripada proses penyelamatan dan pelayanan kepada masyarakat. Sistem ini akan sangat berguna terutama pada wilayah-wilayah yang berpotensi atau rawan bencana.

Dengan demikian pembangunan sistem ini pada akhirnya dapat memberikan informasi yang sempurna akan terjadinya bencana untuk kemudian dilakukan langkah-langkah preventif sebelum bencana terjadi. Sehingga, besaran korban dan biaya penanganan serta kerugian bencana ini dapat diminimalkan.

Dalam membangun sistem peringatan dini bencana ini, maka setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Pertama, perlunya mengidentifikasi sumber-sumber dan pemicu terjadinya gempa. Dengan kata lain kondisi suatu wilayah baik dari segi geografi maupun geologi haruslah dapat diidentifikasi sejak awal.

Dengan demikian bila sudah teridentifikasi maka diharapkan akan memudahkan dalam melakukan analisis atau monitoring terhadap semua indikasi atau pergerakan yang tidak wajar pada bagian tertentu pada lapisan bumi di daerah tertentu. Selain itu hal yang juga paling penting untuk diidentifikasi adalah tenggat waktu peringatan.

Tenggat waktu peringatan bencana yang terlalu singkat kurang memberikan kesempatan yang banyak untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan penyelematan. Namun, waktu yang terlalu lama juga memberikan kesan bahwa sistem peringatan yang diberikan kurang kredibel dan terpercaya. Sehingga, diperlukan pemilihan tenggat waktu yang optimal.

Kedua, perlunya membantu metode transmisi informasi. Hal ini dimaksudkan agar informasi sampai pada sasaran yang tepat, pada waktu yang tepat, dan secara jelas dapat dimengerti. Metode ini sangat bergantung pada para petugas yang ditunjuk untuk bertugas. Dan, bilamana oleh karena suatu hal fasilitas yang tersedia tak berfungsi maka penyampaian informasi dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas alkternatif yaitu dengan mengubah cara dan mekanisme kerja.

Ketiga, membangun perencanaan pra bencana secara sistematik dan terstruktur. Perencanaan ini mencakup penyusunan secara sistematis semua prosedur yang perlu dan akan dilakukan pada saat pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Sehingga, kemungkinan dampak yang diakibatkan bencana terminimalkan sekecil mungkin.

Namun demikian terlepas ada tidaknya sistem peringatan dini di Indonesia saat ini diakui bahwa pemerintah kini telah mulai terbiasa dalam penanganan bencana serta berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan optimal kepada para korban. Tetapi, akan lebih baik bila pemerintah juga mulai membangun dan menyusun sistem peringatan dini yang dapat memberikan informasi secara lengkap dan sempurna akan terjadinya bencana kepada masyarakat.

Dengan demikian kerugian baik harta maupun jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. Terlebih lagi besaran biaya penanganan bencana dapat diminimalkan.



Baca Selanjutnya...

Kamis, 01 Oktober 2009

Lestarikan Batik, Cintai Budaya Lokal


"Saya mau pakai yang putih itu," ucap Gendis Aisyah (5), seraya menunjuk canting berwarna putih yang tergeletak di atas wajan berisi lilin. Siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) Kucica, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu telah duduk manis di hadapan kain putih berukuran 2 meter x 3 meter untuk mulai membatik, Kamis (1/10).

"Jangan lupa ditiup dulu ya," ujar Deasy Irawati (34), sang guru, seraya menyodorkan canting berisi lilin kepadanya. Seperti layaknya anak yang sedang asyik bermain, Aisyah kemudian hanyut dalam aktivitasnya menitikkan lilin den gan mengikuti motif bunga yang sudah tergambar. Selain bunga, ada motif daun, kupu-kupu, dan burung yang telah dibuat para guru mereka sebelumnya.

Aisyah bersama dengan 13 siswa PAUD Kucica sedang mengikuti kelas membatik untuk menyambut pengukuhan batik Indonesia dalam Daftar Representatif Budaya tak Benda Warisan Manusia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), di Abu Dhabi, Jumat (2/10).Retno Manuhoro, pimpinan PAUD Kucica, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan rasa mencintai budaya lokal kepada anak-anak sejak dini. Selain itu, membatik juga dapat merangsang saraf motorik anak karena melatih anak mengikuti pola tertentu, kata Retno.

Melihat antusiasme para siswa, Retno meyakini kegiatan ini dapat memiliki efek jangka panjang. Batik buatan para siswa ini nantinya akan dilanjutkan dalam setiap kelas kerajinan di sekolah ini untuk dijadikan sebuah karya bersama dan akan dipamerkan pada saat kurikulum berakhir.

Di Kota Semarang, apresiasi terhadap penetapan batik sebagai warisan dunia ini digaungkan oleh 16 denok dan kenang-duta wisata Kota Semarang. Di persimpangan jalan Tugu Muda, Kamis (1/10) sore, sebagian dari mereka berlenggak-lenggok layaknya model,sedangkan sisanya membagikan brosur kepada pengendara yang berisi pemahaman mengenai batik dan ajakan untuk menggunakan batik.

Ketua Paguyuban Pencinta Batik Indonesia Bokor Kencono Diah Wijaya Dewi mengatakan, momen pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia ini dapat menyadarkan masyarakat untuk melestarikan batik. Namun, masyarakat perlu diberikan pemahaman soal batik dan diajak untuk membiasakan diri menggunakannya.

Jangan hanya memakai batik ketika ada peristiwa seperti ini tetapi setelah itu melupakannya. Lewat momen ini, masyarakat dapat berbangga diri menggunakan batik tulis dan cap sebagai produk asli Indonesia, katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang Arief Moelia Edie mengatakan, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Semarang juga telah diimbau untuk menggunakan batik pada Jumat (2/10), sebagai bentuk apresiasi terhadap pengukuhan batik sebagai warisan dunia.

Pemkot Semarang juga mengadakan pameran batik dan pelatihan membatik bagi 100 orang pelajar dan umum, yang digelar di kampung batik Bubakan, Semarang. Dengan kegiatan ini, kami ingin memasyarakatkan batik dan mendukung gerakan 100 persen penggunaan produk lokal, ujarnya.



Baca Selanjutnya...

Rabu, 30 September 2009

Koperasi di NTT Jadi Tumpuan Ekonomi Keluarga

Koperasi tampil sebagai tumpuan ekonomi keluarga di Nusa Tenggara Timur. Melalui koperasi masyarakat bawa mendapat modal usaha untuk meningkatkan eknomi mereka.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya di Kupang, Kamis (1/10) mengatakan, jumlah koperasi di NTT saat ini mencapai 1.749 unit, dari jumlah ini sebanyak 337 tidak aktif.

Sebagian besar koperasi merupakan simpan pinjam. Koperasi sangat cocok dengan watak dan karaker masyarakat, serta kemampuan usaha masyarakat. Koperasi lebih dikenal dan dicintai masyarakat NTT.

Total aset dari seluruh koperasi di NTT sekitar Rp 500 miliar. Aset ini berupa uang tunai, barang bergerak atau tak bergerak, tanah dan bangunan. Koperasi lebih dikenal dan dipahami masyarakat dibanding bank yang memiliki prosedur berbelit, dan sulit terpenuhi. Koperasi lebih mudah mengucurkan dana kepada masyarakat.



Baca Selanjutnya...

Rabu, 16 September 2009

Target Pengepungan Densus 88 Di Solo


Latar belakang baku tembak di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah mulai menemui titik terang. Tim Densus 88 rupanya tengah mengepung sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris.Menurut Ketua RT setempat, rumah yang kini dikepung itu merupakan rumah seorang warga bernama Sugiyanto. Kemudian rumah itu dikontrak oleh Susilo alias Adib warga Kagokan RT 2/11 Pajanglawean Solo.

Adib sendiri telah mengontrak rumah ini selama enam bulan terakhir. Sehari-harinya, Adib merupakan pengajar di Ponpes Al Kahfi Mojosongo. Di rumah itu, Adib tinggal dengan istrinya yang bernama Putri yang berprofesi sebagai guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

Masih menurut Suratmin, selama tiga bulan pertama Adib memang tak melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Tapi dalam tiga bulan terakhir Adib mulai dikenal warga karena sering bersosialisasi. Adib juga telah menyerahkan KK dan KTP.

Menurut beberapa sumber di lokasi kejadian, diduga saat ini tim Densus 88 tengah mengepung rumah Adib yang diduga menjadi tempat persembunyian dari Agus Budi Pranoto salah satu orang yang masuk dalam DPO.

Namun hingga kini pihak kepolisian tetap belum memberikan keterangan resmi mengenai motif dari baku tembak yang terjadi.

Hingga saat ini, masih terdengar beberapa tembakan di lokasi pengepungan.



Baca Selanjutnya...

Selasa, 15 September 2009

Usamah: Obama Tak Berdaya Hentikan Perang Afghanistan dan Iraq


Gembong Al Qaidah sekaligus buron nomor wahid Amerika Serikat (AS), Usamah bin Laden, kembali muncul. Kali ini, lewat video berisi rekaman suara dan gambar diamnya, militan 52 tahun tersebut menyebut Presiden Barack Obama tidak berdaya. Terutama untuk menghentikan Perang Afghanistan dan Perang Iraq.

Video bertajuk "Pesan untuk Rakyat Amerika" itu disebarluaskan oleh As-Sahab, media publikasi Al Qaidah, kemarin dini hari WIB.

"Mereka yang berakal sehat tahu bahwa Obama adalah manusia tak berdaya yang tidak akan mampu mengakhiri perang seperti yang telah dia janjikan. Bahkan, dia akan melanjutkannya hingga ke tingkat yang paling tinggi," urai Usamah seperti dilansir AFP kemarin (14/9).Pria kelahiran Arab Saudi itu menyebut pemerintahan Obama sebagai penerus ideologi neokonservatif Gedung Putih. Karena itu, dia mengimbau Obama lebih dahulu memerdekakan Gedung Putih sebelum membebaskan Afghanistan dan Iraq.

"Kenyataannya, paham neokonservatif itu masih terus membayangi Anda (Obama)," ujar Usamah dalam pesan pertamanya selama tiga bulan terakhir. Reuters melaporkan, durasi video terbaru Usamah tersebut sekitar 11 menit.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa bukti pelestarian paham neokonservatif itu tampak pada pilihan Obama atas beberapa pejabat penting. Di antaranya dengan mempertahankan Robert Gates sebagai menteri pertahanan dan Jenderal Robert Petraeus sebagai pimpinan tertinggi Komando Pusat AS di Afghanistan dan Iraq. Sejak era kepemimpinan George W. Bush, Gates dan Petraerus memang sudah menduduki dua jabatan penting tersebut.

Dalam kesempatan itu, Usamah mengimbau seluruh warga AS untuk mendesak Gedung Putih mengakhiri perang teror di Afghanistan dan Iraq. Juga mencabut dukungan penuh Negeri Paman Sam terhadap pemerintah Israel. Sebab, menurut dia, keberpihakan Washington terhadap kebijakan-kebijakan negeri Yahudi merupakan salah satu faktor krusial yang memantik serangan 11 September 2001.

Para analis teror menduga, Al Qaidah yang selama ini tidak banyak menyuarakan Palestina dikecam para pendukungnya sendiri. Apalagi, belakangan, para pakar intelijen Arab menyebut Al Qaidah sudah lemah dan selalu gagal melancarkan serangan langsung terhadap Israel. Karena itu, Usamah lantas dimunculkan untuk mengkritisi kebijakan AS atas Israel.

"Jika perang tidak kunjung berakhir juga, kami akan terus mengobarkan perlawanan terhadap Anda (AS) dan seluruh sekutu Anda. Seperti yang kami lakukan terhadap Uni Soviet selama 10 tahun hingga akhirnya tercerai-berai atas izin Tuhan yang Mahakuasa," tandas militan asal Arab Saudi tersebut seperti dilansir Associated Press.

Satu-satunya cara menghentikan kebencian terhadap AS, menurut dia, adalah dengan mempertimbangkan kembali hubungan Washington dengan Tel Aviv. "Tentukan mana yang lebih penting. Keamanan, darah, harta, pekerjaan, anak-anak, perekonomian dan reputasi Anda, atau keamanan Israel dan anak-anak serta perekonomian mereka?" tantang Usamah.



Baca Selanjutnya...

Senin, 14 September 2009

Ratusan Awak Bus Jalani Tes Narkoba


Jajaran Kepolisian Resor Banyumas menggelar tes urine terhadap ratusan sopir di Terminal Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (14/9). Tes urine dilakukan untuk memastikan bahwa semua awak bus bebas dari pengaruh narkoba sehingga tidak membahayakan penumpang saat mudik.Untuk memantau kesehatan dan kesiapan awak bus di Terminal Purwokerto, jajaran Polres Banyumas menyediakan posko kesehatan di kompleks terminal. Posko kesehatan disediakan bagi para awak angkutan umum yang mengalami gangguan kesehatan untuk dirawat secara gratis oleh petugas.

Polres Banyumas menetapkan aturan keras bagi para awak angkutan umum agar menjalankan kendaraanya sesuai aturan lalu lintas yang berlaku. Jika ditemukan awak bus yang melanggar aturan akan dilakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku yaitu pencabutan izin operasional.(JUM)



Baca Selanjutnya...