Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2009

Syaifudin, Syahrir, dan Ibrohim Bersaudara


JAKARTA, KOMPAS.com — Meski belum memberi keterangan resmi, namun petinggi Mabes Polri mengisyaratkan dua orang yang tewas dalam penggerebekan di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (9/10), adalah Syaifudin Zuhri dan Syahrir.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna menganggukkan kepala saat wartawan bertanya apakah yang tewas salah satunya adalah Syaifudin Zuhri. Saat ditanya siapa korban tewas lainnya Nanan menjawab singkat, "Syahrir."Syafudin Zuhri dan Syahrir adalah dua dari empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang beberapa saat setelah peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Juli lalu. Dua orang lainnya adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Ario Sudarso alias Aji. Dua nama terakhir tewas dalam penggerebekan di Solo, Jawa Tengah.

Sebelumnya, penata bunga Hotel Ritz Carlton, Ibrohim, tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah. Ibrohim adalah pengatur serangan aksi teroris di kedua hotel tersebut.

Dari nama yang disebutkan di atas, tiga orang diketahui memiliki ikatan kekerabatan. Mereka adalah Syaifudin Zuhri, Syahrir, dan Ibrohim. Syaifudin adalah adik kandung Syahrir. Sementara Ibrohim adalah adik ipar keduanya. Ibrohim menikah dengan Sucihani, adik Syahrir dan Syaifudin.

Syaifudin disebut-sebut sebagai orang yang berperan merekrut pelaku bom bunuh diri. Sementara, Syahrir diketahui memiliki kemampuan dalam merakit bom.



Baca Selanjutnya...

Rabu, 16 September 2009

Target Pengepungan Densus 88 Di Solo


Latar belakang baku tembak di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah mulai menemui titik terang. Tim Densus 88 rupanya tengah mengepung sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris.Menurut Ketua RT setempat, rumah yang kini dikepung itu merupakan rumah seorang warga bernama Sugiyanto. Kemudian rumah itu dikontrak oleh Susilo alias Adib warga Kagokan RT 2/11 Pajanglawean Solo.

Adib sendiri telah mengontrak rumah ini selama enam bulan terakhir. Sehari-harinya, Adib merupakan pengajar di Ponpes Al Kahfi Mojosongo. Di rumah itu, Adib tinggal dengan istrinya yang bernama Putri yang berprofesi sebagai guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

Masih menurut Suratmin, selama tiga bulan pertama Adib memang tak melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Tapi dalam tiga bulan terakhir Adib mulai dikenal warga karena sering bersosialisasi. Adib juga telah menyerahkan KK dan KTP.

Menurut beberapa sumber di lokasi kejadian, diduga saat ini tim Densus 88 tengah mengepung rumah Adib yang diduga menjadi tempat persembunyian dari Agus Budi Pranoto salah satu orang yang masuk dalam DPO.

Namun hingga kini pihak kepolisian tetap belum memberikan keterangan resmi mengenai motif dari baku tembak yang terjadi.

Hingga saat ini, masih terdengar beberapa tembakan di lokasi pengepungan.



Baca Selanjutnya...

Selasa, 25 Agustus 2009

Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Mohamad Jibril

Liputan6.com, Tangerang: Kontrakan Mohamad Jibril, tersangka teroris di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tanggerang, Banten, Selasa (25/8) malam, digeledah tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. Menurut warga, petugas membawa empat unit pemproses pusat (CPU), komputer jinjing, cakram padat, dan sejumlah buku.

Sementara itu dua orang penghuni rumah, Jirji dan Fahri yang diduga adalah staf tidak diamankan petugas. Rumah ini diduga dijadikan salah satu rumah produksi buku-buku yang bernuansa jihad. Mohamad Jibril selama ini aktif menulis tentang jihad di media yang dikelolanya. Salah satunya di situs arahmah.com. Polisi menduga Mohamad Jibril terlibat peledakan bom di Mega Kuningan dan berperan dalam aliran dana jaringan teroris.

Tim Densus 88 juga menggeledah rumah Abu Jibril yang merupakan ayah dari Mohamad Jibril di Jalan Arjuna Nomor 34 Perumahan Witanaharja, Pamulang, Tangerang. Dalam penggeledahan ini polisi membawa dua buah laptop. Sebelumnya Abu Jibril mendatangi Mabes Polri untuk mengklarifikasi kebenaran anaknya masuk daftar buron.(JUM)



Baca Selanjutnya...

Minggu, 23 Agustus 2009

Isi Pesan Blog Al Qaeda ke Indonesia

Jakarta, (tvOne)

Pasca penyerangan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, untuk ketiga kalinya muncul blog yang berisi pesan yang mengatasnamakan Al Qaeda Asia Tenggara. Pesan berbahasa Melayu kali ini lebih menyoroti tindakan polisi pada 3 Juli 2008.

Berikut isi pesan Al Qaeda untuk Indonesia:

KENYATAAN MEDIA RASMI

Majlis Asy-syura Al-Mujahidin Tandzim Al-Qaeda Bahagian Asia Tenggara


Kepada: Seluruh Kaum Muslimin Terutamanya Kaum Muslimin di Indonesia

Assalamualaikum,

Perkara: Bebaskan Tawanan! – Anjuran Kepada Kaum Muslimin di Indonesia

Segala puji bagi Allah yang menganugerahkan Jihad Fi Sabililah sebagai peneguh kemuliaan Kaum Muslimin serta shalawat dan salam atas Nabi Muhammad Sallallahualaihi Wasallam yang menjadi ikutan terbaik bagi ummah ini. Amma Ba'du,

Daripada Abu Musa, dia berkata bahawa Rasulullah Sallallahualaihi Wasallam bersabda: Bebaskan tawanan, berilah makanan kepada orang yang lapar dan jenguklah orang yang sakit. (Sahih Jamius Saghir)

Pada 3 Julai 2008, Pihak Polis Kerajaan Thagut Indonesia telah membuat sidang media dan didalam majlis itu, mereka mendakwa telah menangkap beberapa orang kaum Muslimin yang dikatakan merancangPenangkapan mereka adalah sesuatu yang tidak harus dipandang sepi. Umat Islam harus bereaksi. Mereka yang tertawan telah memberikan sesuatu untuk Islam. Apa pula sumbangan kita? Paling tidak kita harus berusaha membebaskan mereka. Bukan dengan perundingan untuk membebaskan mereka semata-mata tetapi juga dengan peggunaan senjata.

Adakah penangkapan demi penangkapan oleh Kerajaan Thagut Indonesia harus dibiarkan begitu sahaja? Adakah kita mahu penjara-penjara di Indonesia terus-menerus dipenuhi dengan Mujahidin dan penyokong-penyokong Mujahidin? Adakah kita sanggup hidup terus menerus dalam keadaan yang selesa, dengan segala kemewahan dan kesenangan hidup, sedangkan mereka yang tertawan terpaksa hidup dalam penderitaan? Dan, adakah kita nanti hanya mahu menangisi dan memuji tokoh-tokoh jihad semisal akhi Imam Samudera, setelah dia syahid dibunuh Pasukan Penembak tanpa mahu melakukan sesuatu untuk memastikan pembebasannya?

Justeru, bangunlah wahai jiwa. Bangunlah daripada kelemahan kamu. Kami menganjurkan kaum Muslimin, terutama di Indonesia, untuk melakukan apa-apa sahaja cara yang syarie untuk menyelamatkan seluruh Ikhwanul Mujahidin yang sedang tertawan. Antara cara yang dianjurkan ialah:

Menyerang penjara/tempat Ikhwanul Mujahidin ditawan untuk membebaskan mereka jika ada kemampuan untuk melakukan penyerangan sebegitu;
Menawan tebusan daripada kalangan Polis atau Tentera Kerajaan Thagut Indonesia supaya mereka dapat dijadikan tukaran untuk Mujahidin yang tertawan;

Menawan tebusan daripada kalangan pelancong asing terutama daripada Amerika Syarikat, Thailand atau sekutu-sekutunya untuk dijadikan tukaran untuk Mujahidin yang tertawan di Indonesia;
Memulakan penyerangan hendap terhadap Polis atau Tentera Kerajaan Thagut Indonesia secara berkala dan kerap dalam usaha mengugut mereka agar mereka membebaskan keseluruhan Mujahidin yang tertawan.

Justeru, apa yang perlu ialah mengumpulkan kekuatan dan bertindak. Percayalah kepada Allah. Dia pasti membantu orang-orang yang beriman:

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (Dien) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Surah Muhammad ayat 7)

Kepada pihak-pihak yang meninggalkan jihad dan tetap tidak mahu menyelamatkan kaum Muslimin yang tertawan dengan pelbagai alasan, misalnya dengan mengatakan “Indonesia aman, Jihad hanya dibolehkan di tempat konflik”, kami katakan: “teruslah dengan alasan palsu itu, dan itu tidak lain hanya akan membawa kamu kepada kehinaan.” Adakah aman namanya jika ada kaum muslimin yang tertindas? Adakah aman namanya jika pemerintah akan menawan/menangkap kita hanya lantaran Iman dan Jihad kita?

Apa pun, peluang masih terbuka. Bukan sekadar untuk memberikan makan anak dan isteri Mujahidin yang tertawan. Yang lebih penting, bebaskan yang tertawan itu sendiri. Itulah kewajiban kita. Laksanakannya atau kita pasti menerima kesannya.

Abu Ubaidah
Muhajir dan Mujahid Pattani Darussalam
Merangkap Jeneral Awwal Tandzim Al-Qaeda Bahagian Asia Tenggara.




Baca Selanjutnya...