Koperasi tampil sebagai tumpuan ekonomi keluarga di Nusa Tenggara Timur. Melalui koperasi masyarakat bawa mendapat modal usaha untuk meningkatkan eknomi mereka.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya di Kupang, Kamis (1/10) mengatakan, jumlah koperasi di NTT saat ini mencapai 1.749 unit, dari jumlah ini sebanyak 337 tidak aktif.
Sebagian besar koperasi merupakan simpan pinjam. Koperasi sangat cocok dengan watak dan karaker masyarakat, serta kemampuan usaha masyarakat. Koperasi lebih dikenal dan dicintai masyarakat NTT.
Total aset dari seluruh koperasi di NTT sekitar Rp 500 miliar. Aset ini berupa uang tunai, barang bergerak atau tak bergerak, tanah dan bangunan. Koperasi lebih dikenal dan dipahami masyarakat dibanding bank yang memiliki prosedur berbelit, dan sulit terpenuhi. Koperasi lebih mudah mengucurkan dana kepada masyarakat.
Baca Selanjutnya...
Rabu, 16 September 2009

Latar belakang baku tembak di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah mulai menemui titik terang. Tim Densus 88 rupanya tengah mengepung sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris.Menurut Ketua RT setempat, rumah yang kini dikepung itu merupakan rumah seorang warga bernama Sugiyanto. Kemudian rumah itu dikontrak oleh Susilo alias Adib warga Kagokan RT 2/11 Pajanglawean Solo.
Adib sendiri telah mengontrak rumah ini selama enam bulan terakhir. Sehari-harinya, Adib merupakan pengajar di Ponpes Al Kahfi Mojosongo. Di rumah itu, Adib tinggal dengan istrinya yang bernama Putri yang berprofesi sebagai guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).
Masih menurut Suratmin, selama tiga bulan pertama Adib memang tak melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Tapi dalam tiga bulan terakhir Adib mulai dikenal warga karena sering bersosialisasi. Adib juga telah menyerahkan KK dan KTP.
Menurut beberapa sumber di lokasi kejadian, diduga saat ini tim Densus 88 tengah mengepung rumah Adib yang diduga menjadi tempat persembunyian dari Agus Budi Pranoto salah satu orang yang masuk dalam DPO.
Namun hingga kini pihak kepolisian tetap belum memberikan keterangan resmi mengenai motif dari baku tembak yang terjadi.
Hingga saat ini, masih terdengar beberapa tembakan di lokasi pengepungan.
Baca Selanjutnya...
Selasa, 15 September 2009

Gembong Al Qaidah sekaligus buron nomor wahid Amerika Serikat (AS), Usamah bin Laden, kembali muncul. Kali ini, lewat video berisi rekaman suara dan gambar diamnya, militan 52 tahun tersebut menyebut Presiden Barack Obama tidak berdaya. Terutama untuk menghentikan Perang Afghanistan dan Perang Iraq.
Video bertajuk "Pesan untuk Rakyat Amerika" itu disebarluaskan oleh As-Sahab, media publikasi Al Qaidah, kemarin dini hari WIB.
"Mereka yang berakal sehat tahu bahwa Obama adalah manusia tak berdaya yang tidak akan mampu mengakhiri perang seperti yang telah dia janjikan. Bahkan, dia akan melanjutkannya hingga ke tingkat yang paling tinggi," urai Usamah seperti dilansir AFP kemarin (14/9).Pria kelahiran Arab Saudi itu menyebut pemerintahan Obama sebagai penerus ideologi neokonservatif Gedung Putih. Karena itu, dia mengimbau Obama lebih dahulu memerdekakan Gedung Putih sebelum membebaskan Afghanistan dan Iraq.
"Kenyataannya, paham neokonservatif itu masih terus membayangi Anda (Obama)," ujar Usamah dalam pesan pertamanya selama tiga bulan terakhir. Reuters melaporkan, durasi video terbaru Usamah tersebut sekitar 11 menit.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa bukti pelestarian paham neokonservatif itu tampak pada pilihan Obama atas beberapa pejabat penting. Di antaranya dengan mempertahankan Robert Gates sebagai menteri pertahanan dan Jenderal Robert Petraeus sebagai pimpinan tertinggi Komando Pusat AS di Afghanistan dan Iraq. Sejak era kepemimpinan George W. Bush, Gates dan Petraerus memang sudah menduduki dua jabatan penting tersebut.
Dalam kesempatan itu, Usamah mengimbau seluruh warga AS untuk mendesak Gedung Putih mengakhiri perang teror di Afghanistan dan Iraq. Juga mencabut dukungan penuh Negeri Paman Sam terhadap pemerintah Israel. Sebab, menurut dia, keberpihakan Washington terhadap kebijakan-kebijakan negeri Yahudi merupakan salah satu faktor krusial yang memantik serangan 11 September 2001.
Para analis teror menduga, Al Qaidah yang selama ini tidak banyak menyuarakan Palestina dikecam para pendukungnya sendiri. Apalagi, belakangan, para pakar intelijen Arab menyebut Al Qaidah sudah lemah dan selalu gagal melancarkan serangan langsung terhadap Israel. Karena itu, Usamah lantas dimunculkan untuk mengkritisi kebijakan AS atas Israel.
"Jika perang tidak kunjung berakhir juga, kami akan terus mengobarkan perlawanan terhadap Anda (AS) dan seluruh sekutu Anda. Seperti yang kami lakukan terhadap Uni Soviet selama 10 tahun hingga akhirnya tercerai-berai atas izin Tuhan yang Mahakuasa," tandas militan asal Arab Saudi tersebut seperti dilansir Associated Press.
Satu-satunya cara menghentikan kebencian terhadap AS, menurut dia, adalah dengan mempertimbangkan kembali hubungan Washington dengan Tel Aviv. "Tentukan mana yang lebih penting. Keamanan, darah, harta, pekerjaan, anak-anak, perekonomian dan reputasi Anda, atau keamanan Israel dan anak-anak serta perekonomian mereka?" tantang Usamah.
Baca Selanjutnya...
Senin, 14 September 2009

Jajaran Kepolisian Resor Banyumas menggelar tes urine terhadap ratusan sopir di Terminal Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (14/9). Tes urine dilakukan untuk memastikan bahwa semua awak bus bebas dari pengaruh narkoba sehingga tidak membahayakan penumpang saat mudik.Untuk memantau kesehatan dan kesiapan awak bus di Terminal Purwokerto, jajaran Polres Banyumas menyediakan posko kesehatan di kompleks terminal. Posko kesehatan disediakan bagi para awak angkutan umum yang mengalami gangguan kesehatan untuk dirawat secara gratis oleh petugas.
Polres Banyumas menetapkan aturan keras bagi para awak angkutan umum agar menjalankan kendaraanya sesuai aturan lalu lintas yang berlaku. Jika ditemukan awak bus yang melanggar aturan akan dilakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku yaitu pencabutan izin operasional.(JUM)
Baca Selanjutnya...
Minggu, 13 September 2009
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah jatuh pada 20 September 2009. Muhammadiyah mengacu pada hasil hisab (perhitungan) kalender.
Sementara itu, Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia baru akan melangsungkan sidang isbat penetapan hari Idul Fitri pada hari Sabtu (19/9).
Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fatah Wibisono mengatakan, hasil hisab itu sudah dicantumkan dalam maklumat PP Muhammadiyah Nomor 06/MLM/I.0/E/2009 tentang Penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 1 Zulhijah tertanggal 23 Juli 2009. Penetapan berdasarkan sidang hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah di Yogyakarta pada 11 Juni 2009.”Majelis memedomani hisab hakiki wujudul hilal dan hasilnya 1 Syawal 1430 Hijriah jatuh pada 20 September 2009,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu.
Sementara Sekretaris Jenderal Departemen Agama Bahrul Hayat mengatakan, pemerintah belum menentukan Idul Fitri secara resmi. Rencananya, Depag baru akan menggelar sidang isbat pada 19 September mendatang.
Hargai
Pemerintah menghargai keputusan Muhammadiyah yang telah menetapkan tanggal Idul Fitri. Hal itu adalah hak setiap organisasi massa dalam menentukan hari raya keagamaan yang disesuaikan dengan keyakinan dan cara perhitungan masing-masing. ”Itu adalah keputusan internal Muhammadiyah sebagai sebuah ormas. Berdasarkan hisab atau perhitungan mereka, Idul Fitri jatuh pada hari Minggu,” ujarnya.
Meski demikian, Bahrul berharap masyarakat mengikuti hasil sidang isbat. Dalam sidang itu, semua ormas Islam, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, akan diundang dan dilibatkan dalam Dewan Hisab dan Rukyat Departemen Agama.
Bahrul menegaskan pentingnya kebersamaan dan persatuan umat. ”Penetapan hari Idul Fitri oleh Depag sebagai wakil pemerintah juga bukan untuk kepentingan salah satu ormas tertentu,” katanya.
Ia berharap masyarakat dan semua komponen ormas Islam bersabar menunggu sidang isbat dan merayakan Idul Fitri tahun ini dengan mengikuti keputusan pemerintah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan mengakui ada dua metode penetapan awal bulan, yakni hisab dan rukyat hilal. Hasil kedua metode itu bisa saja berbeda.
Hisab hakiki merupakan penghitungan awal bulan dalam tahun Hijriah, yang antara lain menggabungkan ilmu falak dan matematika. Sementara rukyat hilal mengutamakan pengamatan langsung hilal atau bulan sabit pada hari pertama sebagai dasar penetapan awal bulan.
Baca Selanjutnya...
Jumat, 11 September 2009

Hubungan bilateral RI-Malaysia kini memasuki babak sulit yang ditandai dengan munculnya beberapa persoalan yang mengganggu. Indonesia mengedepankan jalur diplomasi, perundingan, atau komunikasi politik sehat agar semua masalah bisa diselesaikan.
”Mengelola hubungan kedua negara memang sulit. Komunikasi politik yang kita lakukan sudah bagus. Namun, tetap perlu kajian sosiologis bersama tentang hubungan antarkedua negara ini,” kata Kepala Biro Administrasi Menteri/Juru Bicara Deplu RI Teuku Faizasyah menjawab Kompas seusai jumpa pers di kantor Deplu Jakarta, Jumat (11/9).Tingkat kesulitan itu bukan terletak pada lemahnya komunikasi politik atau jalur diplomasi yang dibangun selama ini, melainkan semata-mata karena perbedaan cara pandang di kalangan generasi muda.
”Komunikasi politik kita sudah baik. Masalahnya kita kini berada di era yang berbeda. Generasi baru melihat (hubungan) itu lebih rasional dan para orangtua dulu melihat kedua negara sebagai serumpun,” katanya.
Beberapa persoalan muncul setelah klaim kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, terutama dalam kasus tarian pendet Bali.
Hal ini ditambah lagi dengan persoalan dari sisi Indonesia. Misalnya, ada aksi sweeping terhadap warga Malaysia, pembakaran bendera dan atribut negara tetangga itu, serta unjuk rasa di Jakarta. Ada juga kasus rumah kontrakan mahasiswa Malaysia di Yogyakarta dilempari dengan telur busuk.
”Deplu mengecam tindakan sweeping ini karena tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga dapat mencoreng citra Indonesia di dunia internasional. Namun, aksi ini hanya dilakukan sekelompok kecil warga, bukan mewakili rakyat kita. Kita harus memakai jalur diplomasi dengan arif, bijak, dan damai,” kata Teuku.
Menlu akan bertemu
Saat jumpa pers, Teuku menyatakan, Malaysia prihatin dan mencemaskan keselamatan warganya di Indonesia. Kecemasan itu antara lain ditunjukkan Menteri Luar Negeri Malaysia YB Datuk Anifah Haji Aman yang sampai memanggil Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachktiar di Kuala Lumpur, Rabu lalu.
”Kita menjelaskan Indonesia melindungi semua warga asing, termasuk warga Malaysia,” jelas Teuku lagi.
Dalam rangka mengelola kembali hubungan baik antarkedua negara, Menlu Malaysia berinisiatif menemui Menlu RI Hassan Wirajuda pada hari Kamis yang akan datang. ”Beliau berinisiatif datang ke Indonesia dan akan diterima Bapak Menlu kita. Keduanya akan membahas isu-isu terkini terkait banyak hal. Bagaimana seharusnya kedua negara ini mengelola hubungan bilateralnya,” jelas Teuku.
Masalah yang akan menjadi fokus pembicaraan kedua pejabat tersebut, kata Teuku, belum dapat dirincikan. Meski demikian, kemungkinan besar beberapa isu sensitif akan menjadi fokus pembicaraan, mungkin juga termasuk soal isu sweeping warga, pembakaran atribut Malaysia, dan klaim produk budaya Indonesia yang dilakukan negara tetangga itu.
Saat ini sudah terbentuk kelompok tokoh terkemuka atau Eminent Person Group (EPG) Indonesia-Malaysia. Kelompok ini mengkaji hubungan kedua negara secara kesuluruhan dan mempelajari masalah-masalah yang menjadi akar kian memanasnya hubungan antarkedua negara untuk disikapi pimpinan negara masing-masing.
Di samping berbagai isu tersebut, hubungan RI-Malaysia juga sering panas, terutama di kalangan rakyat Indonesia. Tidak sedikit kasus penyiksaan pekerja rumah tangga asal Indonesia yang bekerja di Malaysia. Pengusiran bahkan penyiksaan juga dilakukan aparat Malaysia terhadap tenaga kerja ilegal asal Indonesia.
Namun, di sisi lain, perusahaan Malaysia penampung pekerja ilegal asal Indonesia seperti mendapat angin. Perusahaan sering menahan atau tak membayar gaji dengan alasan status sebagai pekerja ilegal.
Baca Selanjutnya...
Langganan:
Postingan (Atom)